Kedua, orang berasuransi karena mengetahui risiko kerja yang bisa dialami. Untuk melindungi dirinya, ia memilih produk asuransi. Karena rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri ini, ada yang sampai ketagihan ikut asuransi.
“Pola kedua ini merupakan wujud individualisme positif. Sesorang mempertanggungjawabkan sendiri risiko yang mungkin menimpa dirinya. Ini pola mindset masyarakat negara maju yang mengarah ke individualis,” ujar dr. Sutrisna Widjaya,M.P.H., seorang penekun mindset.
Ia menegaskan asuransi merupakan paying pengaman dan pilihan ketika orang merasa pekerjaan yang dilakukan penuh risiko, misalnya sakit, kecelakaan, bahkan meninggal dunia. Sebagai persiapan, orang yang bertanggungjawab itu mengikuti asuransi untuk menjamin orang-orang yang ditinggalkan tidak mengalami kesusahan. Namun, jika mindset asuransi belum dipahami, orang akan sulit berhubungan dengan asuransi. Sebaliknya, orang yang tahu pentingnya asuransi bisa ketagihan karena merasa terjamin.
“Hal yang tidak boleh dilupakan adalah mengedukasi masyarakat mengenai asuransi. Satu saja asuransi yang melakukan edukasi, bisa bermanfaat bagi perusahaan asuransi lainnya karena masyarakat sudah memiliki pemahaman,” tandas pria yang mengaku pernah menjadi agen asuransi untuk mengenal lebih dalam sebuah produk asuransi ini.
Berkaitan dengan individualism positif, suami Prof. Dr. Tuty Parwati ini mengatakan banyak ditemui di negara-negara maju. Ketika orang mulai merasa kekerabatan bergeser, mereka memilih jalannya sendiri dan mempersiapkan segala kemungkinan sendiri. Seorang kawannya di Filipina pada tahun 1981 bahkan telah memesan sendiri peti mati. Ini menandakan ia tidak ingin merepotkan orang lain termasuk keluarga jika seandainya ia mati. Pola ini mulai berkembang di Bali dengan adanya tabungan untuk biaya ngaben.
Sepanjang ikatan kekerabatan masih kuat, mindset orang untuk berasuransi sebagai cirri individualism positif agak lemah. Mereka merasa masih ada orang lain yang membantu atau memperdulikan jika mereka dirundung masalah. Sebaliknya jika ikatan kekerabatan mulai kendur, individualism positif menjadi kuat karena merasa beban diri sendiri harus ditanggung sendiri.
Dampak dari individualism positif ini adalah kemandirian dari orang per orang yang nantinya akan membentuk komunitas yang mandiri. Sisi negatifnya tentu saja rasa kekerabatan yang akan mengendur.
Sementara itu dr. Buana dari RS Manuaba mengatakan ada permasalahan yang kerap ditemui rumah sakit dalam menangani pasien yang memiliki asuransi. “Salah nama atau nama tidak lengkap atau salah tanggal lahir kerap menjadi masalah dalam pengurusan klaim. Ini harusnya tidak terjadi jika konsumen dan penyedia jasa asuransi sama-sama melakukan pemeriksaan sebelum kartu dicetak walaupun tidak tertutup kemungkinan kesalahan berada di perusahaan percetakan,” tandasnya.
Selain itu, ia melihat masih kurangnya sosialisasi asuransi kepada peserta. Sebagai contoh, ada sebuah hotel yang bekerja sama dengan sebuah perusahaan asuransi. Waktu perjanjian, yang terlibat hanyalah level kepala bagian saja. Akibatnya, yang tahu hanya mereka saja sedangkan karyawan di level bawahnya tidak tahu informasi bahwa mereka sudah menjadi peserta asuransi.
Pengalaman yang juga diungkapkan adalah sulitnya dokter masuk sebagai peserta asuransi. “Pihak asuransi khawatir kalau dokter yang sakit lalu dirawat di rumah sakit, akan ada permainan, misalnya waktu menginap dibuat lebih lama, tindakan medis dibuat lebih berat sehingga muncul rasa tidak percaya terhadap dokter. Kami sendiri di RS Manuaba tidak pernah melakukan hal semacam itu karena itu merupakan kepentingan sesaat yang bisa berdampak buruk bagi rumah sakit,” tegasnya.
Siapa pun pasien yang dirawat di rumah sakit dengan jaminan asuransi akan dilayani sesuai prosedur. Jika ada pasien yang ingin pindah kelas dan pihak asuransi memperkenankan, maka rumah sakit akan melakukannya. Tetapi, ada juga asuransi yang tidak mau pasiennya pindah kelas. Jika pasien ngotot ingin pindah kelas, mereka dianggap bukan tanggungan asuransi. Hal ini sering menimbulkan masalah karena rumah sakitlah yang dianggap mempersulit pasien.
Artikel Asuransi ciri Individualisme Positif ini sebagai referensi perbandingan penulisan artikel Unit link terbaik di Indonesia Commonwealth Life Investra Link
Tidak ada komentar:
Posting Komentar