Sabtu, 04 April 2015

Cipto Junaedy

Cipto Junaedy seorang pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada 26 Juni 1974 ini merupakan sosok profesional di bidang properti yang cukup terkenal. Pengalaman hampir kurang lebih selama 15 tahun bekerja di bisnis baik itu industri manufaktur, jasa, maupun trading, juga korporasi dan keuangan. Beberapa urusan strategic comprehensive financial planning, debt restructuring, company valuation, merger and acquisition, corporate budgeting, strategic tax planning, hair cut, banking, capital expenditure, public corporation reporting, shareholders issues management telah dijalani.

Berkat pengalaman saat menduduki posisi pucak manajemen sebagai group finance director dengan mengendalikan 13 perusahaan milik asing yang beraset lebih dari USD 500 juta, akhirnya Cipto Junaedy menulis "Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang, Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring" dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Tanggapan masyarakat yang luar biasa terhadap buku itu membuat Cipto Junaedy menulis seri berikutnya yaitu "6 Bulan Bisa Beli Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring" dan "Strategi Membeli Bisnis dan Franchise Tanpa Uang Tanpa Utang" yang juga diterbitkan oleh Gramedia.

Penghargaan Cipto Junaedy
Berkat buku yang menjadi bestseller serta strategi yang orisinal berdasarkan pengalaman maka Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan sebagai “Penulis Buku Pelopor Strategi Membeli Banyak Properti TANPA UANG dan TANPA UTANG.” setelah Cipto Junaedy menerima penghargaan sebagai Man of the Year 2011 dari MURI.

Dalam buku-buku karangan Cipto Junaedy tersebut banyak dibahas tentang strategi memiliki properti dengan menitikberatkan kepada "tanpa utang". Namun, jikalau terpaksa berhutang, ayah dari tiga orang anak ini mengajarkan cara bagaimana agar hutang-hutang tersebut dapat dilunasi dengan cepat. Banyak orang dengan berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan seperti ibu rumah tangga, perawat, pedagang keliling, karyawan, wirausahawan, developer, pemilik toko, eksportir, investor property, direktur akhirnya dapat memiliki properti. dapat memiliki properti. Bahkan mendapat properti minimum sejumlah anaknya tanpa hutang. Seminar Cipto Junaedy tentang bagaimana membeli properti di Singapore tanpa uang, juga diadakan di Singapore.


Mobil bekas & baru Jakarta hari ini jualmobilbekas.hol.es

Mencari mobil bekas & baru sekarang lebih mudah, lebih bervariasi, lebih cepat dengan adanya internet. Hampir seluruh penjuru kota dapat ditelusuri dengan mudah tanpa harus berkunjung ke kota tersebut. Sarana online yang memungkinkan calon pembeli dapat memilih mobil kapan dan dimana saja, selama ada koneksi internet yang terhubung baik itu melalui broadband, wifi atau pulsa.

Mobil bekas & baruJakartahari ini jualmobilbekas.hol.es memberi kemudahan kepada kita untuk membeli maupun menjual mobil. Lewat menu-menu yang tidak terlalu membingungkan serta lebih mudah ini, membuat kita dapat menemukan pilihan yang tepat.

Situs Mobil42 sebuah portal berisi “Mobil bekas & baru Jakarta hari ini jualmobilbekas.hol.es” menyediakan bermacam-macam merek kendaraan. Di sini kita dapat menelusuri segala merek dan jenis serta tahun pembuatan mobil, mulai yang mewah maupun yang biasa. Ditambah dengan keterangan spesifikasi serta gambar pendukung, kita dapat memutuskan untuk membeli atau tidak (jika belum terjual).

Namun harap dicatat, Situs Mobil42 hanya sebagai tempat orang memasang iklan atau promosi dalam menjual mobil secara online saja. Semua kendaraan yang terpajang bukan disediakan oleh admin situs dan tidak pernah terlibat transaksi apapun, seperti menangani pembayaran, pengiriman barang, jaminan transaksi, atau menawarkan perlindungan pembeli. Jika pun tertarik untuk membeli, diharapkan untuk menghubungi pemasang iklan untuk langkah deal selanjutnya.

http://lenterakecil.com/mobil-bekas-baru-jakarta-hari-ini-jualmobilbekas-hol-es/

Martabak Paling Enak di Indonesia

Martabak paling enak di Jakarta adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak. Pertama adalah martabak telor, yang kedua adalah martabak terang bulan atau biasa disebut martabak manis. Di India martabak, susunannya adalah sebagia berikut:

Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur bayam, dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng, setelah membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu dihidangkan dengan kare kambing/gulai. Itulah aslinya martabak telur atau di India disebut moortaba. Di negeri India, makanan lain sejenis martabak telur adalah : Nan, Roti Cane, Chappaty, Purata, Poory, Samosa. Makanan-makanan teresbut masuk pada kategori makanan sedang/ringan. Dan bisa juga menjadi menu makanan utama disana.

Kemudian bagaimana dengan martabak terang bulan/martabak manis? jenis ini baik bentuk, isi dan rasanya sama sekali tidak ditemukan di negeri India. Makanan yang rasanya manis ini, adalah sejenis roti/kue manis – cake atau pasta. Yang di hidangkan sebagai sarapan pagi /santai bersama minum kopi atau teh maupun teh susu atau “Chaa” yang biasa juga disebut di Malaysia namanya Teh Tarik.

Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah lebaksiu kabupaten Tegal mengadu nasib dengan berjualan makanan atau mainan anak-anak pada setiap ada perayaan di kota-kota, seperti kota Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary.

Dari hasil persahabatan mereka, maka Abdullah diajaklah berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim.

Kemudian Abdullah mempersunting Masni adik perempuan Ahmad pada tahun 1935. Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar/pengusaha pada zaman itu. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Martabak.

Didalam kisah perjalanan Abdullah ini, dari beberapa narasumber baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup diantaranya: Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim 85 tahun, Mawardi bin Kyai Abdul Karim 80 tahun, H. Abdul Kadir Bayasut 80 tahun (keturunan Arab), H. Katikaren Abdul Kadir 80 tahun (keturunan India), dan beberapa tokoh-tokoh lainnya membenarkan kisah tersebut di atas. Adalah suatu kenyataan bahwa martabak yang dibuat oleh Abdullah, sangat berbeda dengan martabak yang aslinya dari India.

Susunan Bahan Dasar Martabak Telor.

Adonan tepung terigu yang dibentuk bulat sebesar telur ayam, kemudian dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng. Setelah membentuk lingkaran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi dengan campuran telur, sayuran, irisan-irisan kecil daging yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu. Kemudian digoreng, dan kemudian bisa langsung dihidangkan tanpa kare kambing/gulai.

Dialah salah satu diantar pemuda-pemuda India yang berhasil membuat perubahan atau modifikasi Martabak dari aslinya. Menurut narasumber hal ini disesuaikan dengan cita rasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia khususnya di Tanah Jawa yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengkonsumsi daging berlebihan. Itulah yang menjadi alasan utama mengapa modifikasi martabak itu terjadi.

Sampai sekarang ini, jenis Martabak telor yang beredar hampir diseluruh pelosok Indonesia, adalah merupakan hasil modifikasi dari yang aslinya. Martabak terang bulan/martabak manis. Konon menurut kisah disebut terang bulan, karena bentuknya bulat seperti bulan purnama. Martabak manis ini dibuat dengan bahan-bahan dasar adonan tepug terigu, gula, telor, dan lain-lain. Dan dicetak dengan cetakan piring seng dengan ukuran kurang lebih 20 cm dan dipasang tangkai pipa besi. Dipanggang dan digoyangkan diatas bara api, arang kayu, maupun kompor minyak. Sering martabak terang bulan ini disebut juga martabak “goyang”. Isi atau bumbu-bumbunya adalah olesan mentega/margarine, susu, selai pepaya, selai nanas, meises, kacang dan lain-lain. Pada sekitar tahun 1950-an, terjadilah modifikasi baik bentuk maupun ukuran dan rasa martabak manis. Cetakannya terbuat dari besi cor / cor perunggu,cor kuningan dengan ukuran 18/20 cm, 20/22 cm, 22/24 cm, 24/26 cm, 26/28 cm, 28/30 cm. Dengan isi atau bumbu-bumbunya adalah susu, kacang, keju, meises, wijen, kismis, durian, dan lain sebagainya.

sumber: http://www.pmarrisalah.com/asal-usul-martabak-lebaksiu-tegal.html